31 (2016)

Sinopsis 31 (2016) – Review 31 (2016) Bahasa Indonesia

Intro:

Pada 31 Oktober 1976 sekelompok orang yang merupakan pekerja karnaval keliling,melakukan sebuah perjalanan untuk menghadiri sebuah acara  Hallowen di suatu tempat di Ardley Ville, di awal perjalanan sama sekali tidak ada masalah mereka bahkan sempat berhenti sejenak di sebuah pom bensin kecil, bahkan seorang anggota pekerja karnaval Roscoe Pepper sempat mengobrol dengan seorang gadis cantik yang mengajaknya untuk pergi berburu,namun tentu saja di tolak oleh Roscoe.

Plot :
Namun saat malam hari tiba-tiba mobil mereka di hadang dengan sejumlah orang-orangan sawah yang sengaja diletakkan di tengah jalan, beberapa orang turun bermaksud untuk menyingkirkan orang-orangan sawah tersebut, namun secara mengejutkan mereka disergap dan di bunuh oleh sekelompok orang berwajah aneh mirip badut,begitu pun dengan kelima orang lagi yang masih di dalam van semua nya juga turut di serang namun tidak dibunuh melainkan di ikat dan dibawa kesebuah tempat.

“Lima orang yang ditahan”

Di tempat asing tersebut Charly, Venus, Panda, Levon, dan Roscoe di ikat dan di rantai,kemudian munculah beberapa orang berpakaian aneh dengan riasan wajah yang juga aneh dan mengucapkan selamat datang kepada mereka, orang-orang aneh tersebut mengatakan bahwa mereka akan di paksa bermain sebuah game bernama “31” , dimana dalam game ini mereka harus bertahan hidup selama 12 jam dari para badut-badut pembunuh-pembunuh yang akan menghampiri mereka untuk membunuh mereka dengan cara yang paling sadis.

“sickhead”

Badut pertama yang muncul adalah sickhead, walaupun berbadan kerdil tapi sick-head sangat sadis menyiksa korbannya.
Game pun dimulai dan tidak butuh waktu lama satu peserta pun tewas di bunuh oleh sick head yaitu Levon, Charly pun nyaris terbunuh oleh sickhead sebelum akhirnya Venus datang dan membunuh sickhead, tidak puas melihat sickhead yang sudah sekarat, Charly menghancurkan kepala sickhead.

“sickhead Tewas”

Setelah sickhead tewas badut pembunuh berikutnya pun muncul,dan kali ini muncul dua sekaligus yaitu psycho-head dan schizo-head,dua badut pembunuh yang menggunakan mesin chainsaw dan tentunya lebih sadis lagi.

“Psyco & Schizo Head”

Namun kedua badut ini gagal membunuh seorang pun, namun memang berhasil melukai ke empat peserta yang tersisa, dan kedua badut tersebut juga tewas di bunuh oleh para peserta,dan yang menarik di sini adalah salah satu badut memohon untuk tidak di bunuh dan mengaku ia hanya dipaksa untuk melakukan perbuatan seperti ini,namun tentu saja Panda tetap membunuh badut tersebut dengan mesin chainsaw. 
Game pun berlanjut kali ini badut pembunuh yang muncul juga dua orang yaitu Sex & Death Head,satu berukuran sangat besar dan seorang lagi seorang wanita,bila anda memperhatikan dengan seksama wanita ini adalah wanita cantik yang pernah bertemu dengan Roscoe di pom bensin,yang mengajak Roscoe untuk berburu.

“sex & death head”
Mereka berhasil membunuh panda dan melukai Roscoe cukup parah,namun sekali lagi berkat kerjasama yang baik kedua badut ini pun berhasil dibunuh dengan sadis.

Tiga orang pun berhasil selamat untuk sementara waktu dengan luka-luka yang cukup serius, 
Para peaksana game ini pun melakukan rapat untuk menentukan siapa badut pembunuh terakhir yang akan di munculkan,Father Napoleon-Horatio-Silas selaku ketua pelaksana game 31 ini pun memutuskan Doom Head sebagai badut yang terakhir, Doom head sendiri telah muncul di awal film ini,dengan adegan dimana ia menyiksa dan membunuh seorang pastur. 

Doomhead sangat kejam dan sadis,ia berhasil menangkap Venus dan menyiksanya hingga tewas.

“Venus tewas terbunuh oleh doomhead”

Dua orang peserta lagi tersisa, Roscoe dan Charly, namun Roscoe yang memang sudah terluka sangat parah dan tidak bisa lagi meneruskan pelarian,akhirnya memutuskan untuk mengorbankan diri,ia bermaksud menahan Doom Head sementara Charly kabur lewat sebuah saluran pembuangan. Roscoe pun tewas dibantai oleh Doom Head, sementara Charly berhasil keluar dari arena game tersebut.

“Charly berhasil lolos dari arena”

Ending :

Charly pun mencoba mencari pertolongan dengan masuk ke sebuah rumah,namun ia terkejut karena rumah itu kosong dan hanya ada sebuah panggung boneka, dan lebih terkejut lagi ia melihat Doomhead yang berhasil menyusulnya dan muncul tepat di belakangnya, Doomhead pun mulai menyiksa Charly dengan sadis,namun pada saat akan dihabisi,terdengar bunyi suara yang memerintahkan doomhead agar berhenti, itu adalah suara dari pimpinan game 31, karena waktu bermain game telah habis, dan Charly dinyatakan sebagai pemenang. Doomhead pun sangat kesal dan jengkel,karena ia gagal membunuh korban terakhirnya,namun ia tetap menuruti perintah pimpinan dan segera keluar dari rumah tersebut.

Game 31 tahunan pun resmi di tutup.

Charly pun berjalan dengan penuh luka,dan dari jauh tampak sebuah mobil, ia mengira dirinya akan selamat,namun yang mengejutkan ternyata mobil tersebut adalah mobil Doom head, dan tampaknya memang Doomhead sangat bernafsu sekali ingin membunuh Charly walaupun waktu pada game telah habis,
Dan scene pun ditutup tanpa diketahui bagaimana nasib Charly selanjutnya.

Doom Head

Review :

Dari awal sih yang saya lihat film ini terinspirasi konsep dari film Hunger Games, dimana ada beberapa orang yang dipaksa untuk mengikuti sebuah game hidup mati, hanya saja bedanya di film 31 ini musuhnya adalah dari pihak pelaksana game itu sendiri,yaitu para badut-badut pembunuh. Dan memang ada fakta yang unik bahwa sebenarnya badut-badut ini tidak semuanya jahat,beberapa diantaranya dipaksa mengikuti kemauan para pelaksana games yang jahat,yang otak dari semua kejahatan ini adalah Father Napoleon-Horatio-Silas,bersama dua orang lagi yang saya lupa namanya.

Father Napoleon-Horatio-Silas

Father Napoleon Saat berganti kostum

Yang menarik adalah mereka ini adalah orang biasa yang hidup dan bekerja normal layaknya orang biasa,terlihat saat game selesai mereka mengganti kostum dan mengenakan beberapa pakaian yang cukup formal,saya pun menduga mereka ini melakukan sebuah game hanya untuk memuaskan ide-ide gila mereka sambil melakukan pertaruhan, atau bisa juga mereka ini adalah sebuah sekte sesat,yang melakukan ritual gila ini setiap tahunnya untuk melaksanakan ritual mereka,karena ada sebuah ruangan unik di dalam arena games yang tampak seperti sebuah altar,bahkan ada foto hitler di tengah-tengah altar tersebut.

Cukup seru dan menegangkan juga menonton film ini,unsur kekerasan atau gore nya sangat terasa,dengan banyaknya adegan potong memotong dan bacok-membacok, dan di bumbui juga dengan banyaknya adegan dewasa di dalam film ini.Walaupun memang jalan ceritanya terbilang standar tanpa ada kejutan,
yang menarik adalah tokoh doomhead ini yang entah mengapa aku melihatnya sangat mirip dengan tokoh Joker,bedanya dia melukis senyum merah di bibirnya dengan darahnya sendiri.
Overall,film ini ga jelek-jelek amat walaupun film ini memang hanya menekankan adegan kekerasan nya saja tanpa membuat sebuah jalan cerita yang seru dan menegangkan.

3 thoughts on “31 (2016)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *