Fear Inc. (2016)

Sinopsis Fear Inc. (2016) – Review Fear Inc.(2016) Bahasa Indonesia

Intro :

Joe seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan,tinggal dirumah kekasihnya (Lindsay) untuk sementara selagi mencari pekerjaan,namun ia malah menghabiskan waktunya dengan bermalas-malasan,bermain game,berenang bahkan mengganggu orang-orang yang lewat.
Saat malam hari Joe & Lindsay pergi berkencan,namun Joe malah membawa Lindsay pergi ke sebuah wahana rumah hantu,namun Joe yang memang seorang maniak film misteri sama sekali tidak terkesan dan takut dengan wahana tersebut walaupun sang pacar sudah sangat ketakutan. Disaat mereka sedang asyik berbincang,munculah seorang lelaki misterius yang memberikan Joe kartu nama perusahaan Fear Inc,dan menawarkan akan memberikan mimpi buruk dan sensasi ketakutan dengan hanya menelpon kenomor yang tertera pada kartu nama tersebut.
Plot
Keesokan harinya,pada hari haloween,kedua teman mereka datang berkunjung,mereka pun berpesta semalaman,dan bercerita tentang film-film horor favorit mereka,dan disini Ben sempat membicarakan soal Fear Inc. yang menurut kabar yang pernah didengarnya adalah sebuah perusahaan yang tidak jelas keberadaannya dan berisi orang-orang aneh dan psikopat Joe hanya tertawa dan tidak percaya bahkan hal tersebut semakin membuatnya penasaran dengan Fear Inc, saat malam hari ia pun menelpon Fear Inc untuk mendaftarkan diri,namun didapat jawaban bahwa tiket telah habis dan telpon langsung terputus, Joe pun sempat kebingungan dengan hal tersebut.
Pada pagi harinya ia mendapati alam rumahnya berbunyi,menandakan ada penyusup yang masuk ke rumahya,Joe pun berkeliling mencari penyusup tersebut dan menemukan sebuah pesan mengerikan di dinding,disusul dengan serangan tiba-tiba dari seseorang yang misterius yang memukul wajah Joe kemudian pergi meninggalkan Joe.

Polisi pun datang dan menduga pelakunya adalah gelandangan yang kebetulan masuk ke dalam rumah Joe, Polisi pun meminta Joe agar lebih waspada dan lebih hati-hati lagi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pada malam harinya sepulang dari pesta haloween Joe kembali dikejutkan dengan sebuah berita di Televisi yang memberitakan bahwa dirinya telah membunuh empat orang tetangganya sendiri.
Joe pun kebingungan begitupun dengan pacar dan juga dua temannya,namun Joe baru teringat bahwa ia telah menelpon Fear Inc. dan menduga ini adalah bagian dari rencana pihak Fear.Inc untuk menakut-nakuti dirinya. Pengakuan Joe membuat Ben marah,karena Ben telah memperingatkan Joe untuk tidak berurusan dengan perusahaan yang tidak jelas dan juga berbahaya seperti Fear Inc. dan tiba-tiba saja listrik pun padam, mereka pun keluar untuk mencari tahu penyebab listrik padam,namun saat Joe keluar tetangganya Bill memangginya dan memperingatkan dirinya bahwa ada seseorang di dalam rumahnya,selesai berbicara demikian muncul seseorang bertopeng menyeramkan menusuk Bill dari belakang,Bill pun tewas seketika, Joe sempat kaget,namun malah bertepuk tangan dan kagum karena ia masih berpikir ini adalah bagian dari pertunjukan Fear Inc.
Joe pun kembali masuk ke dalam rumah,dan mendapati teman-temannya telah ketakutan dan mencoba menelpon polisi,Joe marah karena ia tidak ingin pertunjukan dari Fear Inc. terganggu oleh polisi,namun Ben tetap menelpon polisi, mereka pun berencana untuk segera meninggalkan rumah tersebut karena memang sudah tidak aman lagi,namun begitu hendak menjalankan mobil,ternyata mobil Ben telah dirusak oleh para kelompok misterius tersebut.
Mereka pun kembali masuk ke dalam rumah dan masuk ke dalam kamar untuk berlindung,namun Ashleigh tertinggal oleh mereka,Ben bermaksud mencari Ashleigh namun berusaha dicegah oleh Ben dan Lindsay namun Ben tetap nekat menyusul Ashleigh,kini hanya tinggal Ben dan Lindsay yang tinggal di dalam rumah tersebut. Dengan alat seadanya untuk membela diri yaitu pecahan botol mereka berusaha untuk keluar dan mencari teman-temannya, namun mereka harus melihat kenyataan bahwa Ashleigh telah sekarat dengan panah tertancap di matanya.
Namun Joe masih berpikir ini adalah bagian dari pertunjukan, Ashleigh meyuruh mereka untuk lari karena para pembunuh misterius tersebut masih berada di halaman,dan benar sekali pembunuh bertopeng tersebut pun muncul kembali, Lindsay dan Joe berlari masuk kembali kedalam rumah. Namun pembunuh bertopeng tersebut berhasil masuk juga, Joe tanpa rasa takut mencoba berdiskusi dan meminta pembunuh bertopeng yang ia kira dari Fear Inc. untuk berhenti melakukan pertunjukan nya,namun sebuah pukulan pun mendarat dikepala Joe yang membuat ia pingsan.
Begitu ia terbangun ia mendengar jeritan Lindsay namun begitu ia masuk kedalam gudang ia melihat Ben telah terikat,tak lama kemudian muncul di layar tv sosok misterius yang memintanya untuk bermain game,agar kekasihnya Lindsay tidak dibunuh, game nya sendiri adalah mencari kunci, pertama-tama Joe harus memotong tangan kiri Ben, Joe sendiri tidak ragu melakukannya karna berpikir ini masih sebuah game, Ben tidak mampu berbuat banyak saat tangannya terpotong,dan untuk tantangan kedua sendiri Joe harus membelah dada Ben untuk mengambil kunci di dalam perut Ben, lagi-lagi Joe tanpa ragu membuka jahitan pada perut Ben yang mengakibatkan Ben tewas seketika,mengetahui Ben tidak merespon lagi, Joe pun baru sadar bahwa semua yang terjadi ini adalah nyata adanya.
Joe hanya bisa berteriak dan menyesali kebodohannya, dan tiba-tiba saja lampu pun padam,dan saat kembali menyala mayat Ben telah menghilang dan sebuah kunci tergeletak di kursi tempat Ben duduk terikat tadi.

Joe sangat bingung,namun ia ingat harus menyelamatkan kekasihnya Lindsay. Joe pun mendapati Lindsay tidak sadarkan diri diikat ditempat tidur, Joe pun menelpon polisi untuk minta pertolongan,namun saat ia telah berbincang dengan polisi tiba-tiba, pembunuh bertopeng muncul dan mendorong Joe keluar rumah, Joe pun bangkit melawan,adu gulat pun terjadi,dan keadaan berbalik Joe berhasil memojokkan pembunuh bertopeng tersebut dan mencekiknya hingga tewas.

Ending :
Joe pun melanjutkan laporannya kepada polisi tadi,namun hal yang mengejutkan terjadi,ternyata Lindsay hanya pura-pura pingsan,ia kaget Joe membunuh pria bertopeng tersebut, karena menurut Lindsay pria tersebut adalah karyawan Fear Inc. dan ternyata semua yang telah terjadi sepanjang malam ini adalah bagian dari skenario Fear Inc.
Joe kaget tidak percaya, Lindsay pun menjelaskan kepada Joe bahwa semua ini hanya lah rencana mereka untuk memuaskan Joe yang ingin merasakan ketegangan dan ketakutan. Namun jelas kematian karyawan Fear Inc. bukan lah bagian dari skenario,hal tersebut membuat Linsday khawatir karena hal ini akan membuat Fear Inc. akan berbuat sesuatu kepada mereka karna membunuh karyawannya. Tidak lama kemudian Ben dan Ashleigh pun muncul, Ashleigh menjelaskan hal yang terjadi, Ben pun memutuskan untuk tidak ikut campur lagi karena mereka tidak mau terlibat masalah kriminal dan juga terlibat dengan Fear Inc.
Mereka pun memilih pergi meninggalkan Joe dan Lindsay dalam kebingungan mereka.

Joe dan Lindsay pun memutar otak, Joe sempat memutuskan untuk menyerahkan diri ke Polisi,namun Lindsay punya ide lain yaitu menguburkan pria tersebut ke tanah kosong milik pamannya.
Mereka pun membawa mayat pria tadi dengan mobil Fear Inc,karena mobil mereka tidak bisa untuk memuat mayat. Namun karena pikiran yang kacau Joe tanpa sadar mengemudikan mobil dengan cepat sehingga polisi pun mencegat mereka,sempat dicecar beberapa pertanyaan,namun mereka masih dapat lolos sampai pada akhirnya polisi tersebut tidak sengaja memanggil nama Joe. 
Joe pun bingung karna dari awal Joe tidak pernah menyebutkan namanya kepada polisi tersebut,belum sempat polisi tersebut menjawab tiba-tiba sebuah van menabrak polisi tersebut. Beberapa orang keluar dari van dan membawa mayat polisi tersebut, Lindsay pun meminta Joe agar segera melarikan diri,Lindsay yakin mereka adalah orang-orang Fear Inc. yang memang mengejar mereka.
Tidak lama mereka pun sampai di tanah kosong milik paman Lindsey, Joe dan Lindsay pun mulai menggali lubang untuk mengubur mayat yang mereka bawa tadi. Belum sempat mereka menguburkan dari kejauhan van milik Fear Inc. telah terlihat dari kejauhan, Joe dan Lindsay pun bersembunyi dibalik semak-semak.
Dari mobil tersebut turun beberapa orang-orang mengerikan,bersama ketua dari Fear Inc. (Abe).
Mereka mengetahui keberadaan Joe yang bersembunyi,mereka berjanji bila Joe menyerahkan diri maka Lindsay tidak akan mereka bunuh.
Joe pun menyerahkan diri kepada kelompok Fear Inc. namun Joe protes dan komplain dengan apa yang diberikan Fear Inc. namun hal tersebut dibantah oleh Abe yang berkata bahwa mereka bekerja sesuai dengan pesanan dan keinginan Joe sendiri.
Joe pun hanya bisa menyesali keputusannya,namun Abe pun melanggar janjinya setelah menutup kepala Joe,Lindsay pun ditembak dan langsung dikuburkan dilubang yang telah mereka buat,mereka juga memukul Joe hingga tidak sadarkan diri.
Setelah sadar Joe hanya bisa menangis,setelah melepaskan ikatan tangan nya, Joe berjalan mencari pertolongan,sempat mencoba menelpon polisi dengan telepon umum namun gagal tersambung, Joe pun melihat sebuah restoran kecil. Joe mencoba meminjam telpon kepada pemilik restoran,setelah diijinkan masuk Joe pun menelpon polisi


Shocking Ending :
Belum sempat telpon tersambung,Joe terkejut dengan seorang wanita yang menegurnya didalam restoran tersebut. Siapakah dia ? 
Dia adalah Lindsay,yang ternyata masih hidup,ia sama sekali tidak dibunuh oleh Fear Inc.ternyata kejadian yang terjadi adalah bagian dari rencana untuk mengerjai Joe juga,tak lama kemudian Ben dan Ashleigh menyusul masuk kedalam restoran memberikan ucapan selamat.
Begitupun dengan seluruh karyawan Fear Inc.bersama Abe.

Joe hanya bisa tertunduk dengan rasa shock dan ketakutan,sementara teman-temannya masih asyik membicarakan tentang kehebatan para kru Fear Inc. yang benar-benar bekerja secara profesional,walaupun Ben sama sekali tidak percaya dengan orang-orang Fear Inc. yang menurutnya ada sesuatu yang aneh pada orang-orang Fear Inc.

Abe dan kru Fear Inc.

Kru Fear Inc. mengucapkan terima kasih kepada Joe karna telah bertahan daari dua permainan ketakutan yang mereka berikan, kemudian beberapa kru pun mengerumuni mereka.
Dan secara mengejutkan dua orang membunuh Ben dan Ashleigh secara brutal,begitupun dengan Linsdsay yang lehernya di gorok, begitupun dengan Joe yang akhirnya juga tewas akibat digorok pisau.

Review :

Jalan cerita film ini mudah sekali di tebak,karena petunjuk-petunjuk yang diberikan dalam setiap adegan film sangat jelas, walaupun memang untuk adegan terakhir dimana Joe dkk benar-benar di bunuh secara brutal sama sekali tidak bisa ditebak,dan menurut saya ending film ini malah menghancurkan rating secara keseluruhan film ini,karena memang dari awal sampai menjelang akhir kita akan cukup terhibur karena kita bisa menduga-duga apakah semua ini hanyalah bagian dari rencana Fear Inc. atau bukan, Begitupun saat Fear Inc. muncul dan menyatakan ini semua bagian dari rencana yang dilakukan oleh teman-teman Joe,kita bisa tersenyum puas melihat wajah Joe yang memang dari awal sangat sombong jadi ketakutan dan shock.
Saran saya sih mending ending film ini dimana Fear Inc. benar-benar membunuh Joe Dkk sebaiknya dihilangkan.
Untuk adegan-adegan nya sendiri memang banyak meniru film Saw,Scream,Friday the 13th dll karna memang hal itu dilakukan untuk memuaskan Joe sebagai pecinta film horror.
Banyak hal juga yang belum di jelaskan di film ini seperti apakah tetangga Joe Bill benar-benar dibunuh atau juga Bill ikut ambil bagian dari rencana,begitupun dengan polisi yang ditabrak oleh Van Fear Inc. apakah ia tewas atau tidak,tapi menurut saya polisi tersebut sengaja ditabrak karena telah gagal menjalankan perannya karena secara tidak sengaja memanggil nama Joe.

31 (2016)

Sinopsis 31 (2016) – Review 31 (2016) Bahasa Indonesia

Intro:

Pada 31 Oktober 1976 sekelompok orang yang merupakan pekerja karnaval keliling,melakukan sebuah perjalanan untuk menghadiri sebuah acara  Hallowen di suatu tempat di Ardley Ville, di awal perjalanan sama sekali tidak ada masalah mereka bahkan sempat berhenti sejenak di sebuah pom bensin kecil, bahkan seorang anggota pekerja karnaval Roscoe Pepper sempat mengobrol dengan seorang gadis cantik yang mengajaknya untuk pergi berburu,namun tentu saja di tolak oleh Roscoe.

Plot :
Namun saat malam hari tiba-tiba mobil mereka di hadang dengan sejumlah orang-orangan sawah yang sengaja diletakkan di tengah jalan, beberapa orang turun bermaksud untuk menyingkirkan orang-orangan sawah tersebut, namun secara mengejutkan mereka disergap dan di bunuh oleh sekelompok orang berwajah aneh mirip badut,begitu pun dengan kelima orang lagi yang masih di dalam van semua nya juga turut di serang namun tidak dibunuh melainkan di ikat dan dibawa kesebuah tempat.

“Lima orang yang ditahan”

Di tempat asing tersebut Charly, Venus, Panda, Levon, dan Roscoe di ikat dan di rantai,kemudian munculah beberapa orang berpakaian aneh dengan riasan wajah yang juga aneh dan mengucapkan selamat datang kepada mereka, orang-orang aneh tersebut mengatakan bahwa mereka akan di paksa bermain sebuah game bernama “31” , dimana dalam game ini mereka harus bertahan hidup selama 12 jam dari para badut-badut pembunuh-pembunuh yang akan menghampiri mereka untuk membunuh mereka dengan cara yang paling sadis.

“sickhead”

Badut pertama yang muncul adalah sickhead, walaupun berbadan kerdil tapi sick-head sangat sadis menyiksa korbannya.
Game pun dimulai dan tidak butuh waktu lama satu peserta pun tewas di bunuh oleh sick head yaitu Levon, Charly pun nyaris terbunuh oleh sickhead sebelum akhirnya Venus datang dan membunuh sickhead, tidak puas melihat sickhead yang sudah sekarat, Charly menghancurkan kepala sickhead.

“sickhead Tewas”

Setelah sickhead tewas badut pembunuh berikutnya pun muncul,dan kali ini muncul dua sekaligus yaitu psycho-head dan schizo-head,dua badut pembunuh yang menggunakan mesin chainsaw dan tentunya lebih sadis lagi.

“Psyco & Schizo Head”

Namun kedua badut ini gagal membunuh seorang pun, namun memang berhasil melukai ke empat peserta yang tersisa, dan kedua badut tersebut juga tewas di bunuh oleh para peserta,dan yang menarik di sini adalah salah satu badut memohon untuk tidak di bunuh dan mengaku ia hanya dipaksa untuk melakukan perbuatan seperti ini,namun tentu saja Panda tetap membunuh badut tersebut dengan mesin chainsaw. 
Game pun berlanjut kali ini badut pembunuh yang muncul juga dua orang yaitu Sex & Death Head,satu berukuran sangat besar dan seorang lagi seorang wanita,bila anda memperhatikan dengan seksama wanita ini adalah wanita cantik yang pernah bertemu dengan Roscoe di pom bensin,yang mengajak Roscoe untuk berburu.

“sex & death head”
Mereka berhasil membunuh panda dan melukai Roscoe cukup parah,namun sekali lagi berkat kerjasama yang baik kedua badut ini pun berhasil dibunuh dengan sadis.

Tiga orang pun berhasil selamat untuk sementara waktu dengan luka-luka yang cukup serius, 
Para peaksana game ini pun melakukan rapat untuk menentukan siapa badut pembunuh terakhir yang akan di munculkan,Father Napoleon-Horatio-Silas selaku ketua pelaksana game 31 ini pun memutuskan Doom Head sebagai badut yang terakhir, Doom head sendiri telah muncul di awal film ini,dengan adegan dimana ia menyiksa dan membunuh seorang pastur. 

Doomhead sangat kejam dan sadis,ia berhasil menangkap Venus dan menyiksanya hingga tewas.

“Venus tewas terbunuh oleh doomhead”

Dua orang peserta lagi tersisa, Roscoe dan Charly, namun Roscoe yang memang sudah terluka sangat parah dan tidak bisa lagi meneruskan pelarian,akhirnya memutuskan untuk mengorbankan diri,ia bermaksud menahan Doom Head sementara Charly kabur lewat sebuah saluran pembuangan. Roscoe pun tewas dibantai oleh Doom Head, sementara Charly berhasil keluar dari arena game tersebut.

“Charly berhasil lolos dari arena”

Ending :

Charly pun mencoba mencari pertolongan dengan masuk ke sebuah rumah,namun ia terkejut karena rumah itu kosong dan hanya ada sebuah panggung boneka, dan lebih terkejut lagi ia melihat Doomhead yang berhasil menyusulnya dan muncul tepat di belakangnya, Doomhead pun mulai menyiksa Charly dengan sadis,namun pada saat akan dihabisi,terdengar bunyi suara yang memerintahkan doomhead agar berhenti, itu adalah suara dari pimpinan game 31, karena waktu bermain game telah habis, dan Charly dinyatakan sebagai pemenang. Doomhead pun sangat kesal dan jengkel,karena ia gagal membunuh korban terakhirnya,namun ia tetap menuruti perintah pimpinan dan segera keluar dari rumah tersebut.

Game 31 tahunan pun resmi di tutup.

Charly pun berjalan dengan penuh luka,dan dari jauh tampak sebuah mobil, ia mengira dirinya akan selamat,namun yang mengejutkan ternyata mobil tersebut adalah mobil Doom head, dan tampaknya memang Doomhead sangat bernafsu sekali ingin membunuh Charly walaupun waktu pada game telah habis,
Dan scene pun ditutup tanpa diketahui bagaimana nasib Charly selanjutnya.

Doom Head

Review :

Dari awal sih yang saya lihat film ini terinspirasi konsep dari film Hunger Games, dimana ada beberapa orang yang dipaksa untuk mengikuti sebuah game hidup mati, hanya saja bedanya di film 31 ini musuhnya adalah dari pihak pelaksana game itu sendiri,yaitu para badut-badut pembunuh. Dan memang ada fakta yang unik bahwa sebenarnya badut-badut ini tidak semuanya jahat,beberapa diantaranya dipaksa mengikuti kemauan para pelaksana games yang jahat,yang otak dari semua kejahatan ini adalah Father Napoleon-Horatio-Silas,bersama dua orang lagi yang saya lupa namanya.

Father Napoleon-Horatio-Silas

Father Napoleon Saat berganti kostum

Yang menarik adalah mereka ini adalah orang biasa yang hidup dan bekerja normal layaknya orang biasa,terlihat saat game selesai mereka mengganti kostum dan mengenakan beberapa pakaian yang cukup formal,saya pun menduga mereka ini melakukan sebuah game hanya untuk memuaskan ide-ide gila mereka sambil melakukan pertaruhan, atau bisa juga mereka ini adalah sebuah sekte sesat,yang melakukan ritual gila ini setiap tahunnya untuk melaksanakan ritual mereka,karena ada sebuah ruangan unik di dalam arena games yang tampak seperti sebuah altar,bahkan ada foto hitler di tengah-tengah altar tersebut.

Cukup seru dan menegangkan juga menonton film ini,unsur kekerasan atau gore nya sangat terasa,dengan banyaknya adegan potong memotong dan bacok-membacok, dan di bumbui juga dengan banyaknya adegan dewasa di dalam film ini.Walaupun memang jalan ceritanya terbilang standar tanpa ada kejutan,
yang menarik adalah tokoh doomhead ini yang entah mengapa aku melihatnya sangat mirip dengan tokoh Joker,bedanya dia melukis senyum merah di bibirnya dengan darahnya sendiri.
Overall,film ini ga jelek-jelek amat walaupun film ini memang hanya menekankan adegan kekerasan nya saja tanpa membuat sebuah jalan cerita yang seru dan menegangkan.